Jepang menjadi salah satu negara yang menarik perhatian lulusan keperawatan Indonesia yang ingin mengembangkan karier di luar negeri. Kebutuhan tenaga kesehatan, sistem pelayanan kesehatan yang maju, serta adanya kerja sama resmi antara Indonesia dan Jepang membuat peluang tersebut semakin terbuka.
Pada 2026, peluang bagi perawat Indonesia untuk bekerja di Jepang tetap tersedia melalui skema Government to Government (G to G) dalam kerangka Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Program tersebut menyediakan jalur penempatan bagi kandidat nurse dan careworker dari Indonesia ke Jepang melalui proses seleksi resmi.
Namun, penting dipahami bahwa kuliah keperawatan tidak otomatis menjamin seseorang langsung bekerja di Jepang. Calon pekerja tetap harus memenuhi persyaratan, mengikuti proses seleksi, memiliki kemampuan bahasa Jepang, dan menjalani tahapan yang ditetapkan dalam program penempatan.
Peluang Kerja Perawat Indonesia di Jepang
Peluang kerja perawat Indonesia di Jepang dapat ditempuh melalui program EPA yang melibatkan pemerintah Indonesia dan Jepang. Dalam skema tersebut, kandidat nurse bekerja dan mengikuti pelatihan di Jepang sambil mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian nasional keperawatan Jepang.
Jalur ini berbeda dengan sekadar mencari lowongan kerja secara mandiri karena prosesnya melibatkan mekanisme resmi dan lembaga terkait dari kedua negara.
Pada 2026, pemerintah Indonesia juga masih menjalankan proses penempatan kandidat nurse dan careworker melalui program G to G Jepang. Pada Batch 20 untuk penempatan 2027, pendaftaran dibuka pada 1 Februari hingga 28 Mei 2026.
Apa Syarat Menjadi Perawat Indonesia di Jepang?
Untuk mengikuti jalur kerja ke Jepang, calon kandidat harus memenuhi persyaratan sesuai program yang diikuti. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan jalur dan periode pendaftaran.
Beberapa hal yang menjadi bagian penting dalam persiapan antara lain:
- Pendidikan di bidang keperawatan.
- Dokumen pendidikan dan administrasi yang sesuai.
- Kemampuan bahasa Jepang.
- Mengikuti proses seleksi resmi.
- Memenuhi persyaratan kesehatan dan administrasi.
- Mengikuti proses wawancara dengan institusi pengguna.
- Mengikuti pelatihan dan pembelajaran bahasa Jepang.
- Mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional keperawatan Jepang.
Pada program G to G Jepang Batch 20, proses seleksi mencakup verifikasi dokumen dan tahapan seleksi lanjutan. Pada Agustus 2026, misalnya, KP2MI melaporkan pelaksanaan join interview yang mempertemukan sekitar 105 kandidat dengan 23 institusi pemberi kerja dari Jepang.

Kemampuan Bahasa Jepang Menjadi Faktor Penting
Salah satu tantangan utama bagi perawat Indonesia yang ingin bekerja di Jepang adalah kemampuan bahasa Jepang.
Bahasa menjadi bagian penting karena perawat harus mampu berkomunikasi dengan pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan lain, serta memahami instruksi dan dokumentasi pelayanan kesehatan.
Karena itu, persiapan menuju karier ke Jepang sebaiknya tidak baru dimulai setelah lulus. Mahasiswa keperawatan dapat mulai mempelajari bahasa Jepang sejak masa kuliah agar memiliki waktu lebih panjang untuk meningkatkan kemampuan.
Jalur G to G Jepang untuk Perawat
Program G to G merupakan salah satu jalur resmi yang dapat menjadi peluang bagi perawat Indonesia untuk bekerja di Jepang.
Dalam program tersebut, kandidat nurse mengikuti proses seleksi sebelum ditempatkan di Jepang. Setelah berada di Jepang, kandidat menjalani pekerjaan sekaligus pelatihan dan persiapan untuk memperoleh lisensi perawat Jepang.
JICWELS menjelaskan bahwa kandidat EPA bekerja dan menjalani pelatihan di fasilitas penerima sambil mempersiapkan diri mengikuti ujian nasional Jepang. Kandidat yang berhasil memperoleh kualifikasi dapat melanjutkan bekerja sebagai perawat di Jepang.
Berapa Lama Perawat Indonesia Bisa Bekerja di Jepang?
Ketentuan masa tinggal kandidat EPA mengalami perkembangan. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menjelaskan bahwa setelah perubahan terkait EPA Indonesia yang berlaku pada Agustus 2026, batas masa tinggal kandidat Indonesia untuk jalur keperawatan dan careworker diperpanjang menjadi maksimal lima tahun selama status sebagai kandidat. Setelah memperoleh kualifikasi nasional Jepang, perawat dapat tinggal dan bekerja di Jepang dengan status yang sesuai, tanpa batas jumlah perpanjangan masa tinggal sebagaimana dijelaskan dalam ketentuan tersebut.
Jurusan Keperawatan yang Mempersiapkan Karier Global
Untuk mengejar peluang kerja di Jepang, calon mahasiswa perlu membangun fondasi pendidikan keperawatan yang kuat. Pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga keterampilan klinis, komunikasi, etika profesi, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
ITSKes ICMe Jombang menyediakan beberapa jenjang pendidikan yang berkaitan dengan bidang keperawatan.
Program Studi Keperawatan
D3 Keperawatan
Program Diploma Keperawatan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar keperawatan melalui pembelajaran teori dan praktik.
S1 Keperawatan
Program S1 Keperawatan memberikan pendidikan akademik yang lebih komprehensif serta membangun kemampuan berpikir kritis, penelitian, komunikasi, dan kompetensi keperawatan.
Profesi Ners
Program Profesi Ners merupakan pendidikan profesi setelah S1 Keperawatan yang berfokus pada penguatan kompetensi klinis dan profesional.
S1 Keperawatan dan Profesi Ners ITSKes ICMe Jombang Terakreditasi Unggul
ITSKes ICMe Jombang memiliki Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners dengan predikat Akreditasi Unggul.
S1 Keperawatan
- Akreditasi: Unggul
- Nomor SK: 0279/LAM-PTKes/Akr/Sar/V/2026
Profesi Ners
- Akreditasi: Unggul
- Nomor SK: 0280/LAM-PTKes/Akr/Pro/V/2026
Akreditasi tersebut menjadi salah satu indikator kualitas penyelenggaraan pendidikan pada program studi terkait.
Pembelajaran untuk Mendukung Kompetensi Lulusan
Mahasiswa keperawatan membutuhkan kombinasi pengetahuan akademik dan pengalaman praktik. Karena itu, proses pembelajaran perlu memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan klinis sejak masa pendidikan.
Di ITSKes ICMe Jombang, proses pembelajaran didukung dengan:
- Praktikum keperawatan.
- Skill laboratory.
- Simulasi keterampilan klinis.
- Praktik di fasilitas pelayanan kesehatan.
- Pendampingan dosen dan pembimbing klinik.
- Pembelajaran berbasis kompetensi.
- Pengembangan komunikasi dan kerja sama tim.
Peluang Karier Lulusan Keperawatan
Selain Jepang, lulusan keperawatan memiliki peluang berkarier di berbagai sektor, seperti:
- Rumah sakit.
- Puskesmas.
- Klinik.
- Home care.
- Fasilitas pelayanan kesehatan.
- Industri atau perusahaan.
- Institusi pendidikan.
- Penelitian kesehatan.
- Instansi pemerintah.
- Program kerja sama internasional sesuai persyaratan yang berlaku.
Dengan demikian, peluang Jepang dapat menjadi salah satu pilihan pengembangan karier, bukan satu-satunya tujuan setelah lulus.
Persiapkan Karier ke Jepang Sejak Kuliah
Jika memiliki target bekerja sebagai perawat di Jepang, persiapan sebaiknya dilakukan sejak awal perkuliahan. Mahasiswa dapat mulai memperkuat kompetensi keperawatan, mempelajari bahasa Jepang, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengikuti informasi resmi mengenai program penempatan tenaga kesehatan.
Yang paling penting, calon mahasiswa perlu memahami bahwa kuliah di jurusan keperawatan membuka peluang menuju karier di Jepang, tetapi tidak berarti otomatis mendapatkan pekerjaan di Jepang. Kesempatan tersebut tetap bergantung pada persyaratan, kemampuan individu, proses seleksi, dan ketentuan program yang berlaku.
Dengan persiapan yang terarah, pendidikan keperawatan dapat menjadi langkah awal untuk membangun karier profesional, termasuk membuka peluang bekerja di Jepang melalui jalur resmi.
Bagi Anda yang ingin bergabung menjadi bagian dari tenaga kesehatan profesional, silakan kunjungi halaman
Kontak Resmi & Pendaftaran:
- Daftar Online: pmb.icme.ac.id
- WhatsApp: 0856-4894-4679
- Web Utama: itskesicme.ac.id
- Lokasi: Jl. Kemuning 57 Candimulyo & Jl. Halmahera 33 Kaliwungu, Jombang.